Jumat, 19 Agustus 2022

4.2. CAPAIAN PEMBELAJARAN DASAR-DASAR TEKNIK JARINGAN KOMPUTER DAN TELEKOMUNIKASI


KEPUTUSAN KEPALA BADAN STANDAR, KURIKULUM, DAN ASESMEN PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI NOMOR 008/H/KR/2022 TENTANG CAPAIAN PEMBELAJARAN PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, JENJANG PENDIDIKAN DASAR, DAN JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH PADA KURIKULUM MERDEKA KEPALA BADAN STANDAR, KURIKULUM, DAN ASESMEN PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI,

4.2. CAPAIAN PEMBELAJARAN DASAR-DASAR TEKNIK JARINGAN KOMPUTER DAN TELEKOMUNIKASI 

 A. Rasional 

Mata pelajaran Dasar-Dasar Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi berfungsi untuk membekali peserta didik dengan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan sikap agar memiliki dasar yang kuat dalam mempelajari mata pelajaran konsentrasi keahlian di kelas XI dan XII. Lingkup materi mata pelajaran Dasar-Dasar Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi meliputi wawasan sistem dan cara pengukuran di bidang Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi. 

Pembelajaran dapat dilakukan menggunakan berbagai pendekatan, strategi, metode serta model yang sesuai dengan karakteristik kompetensi yang harus dipelajari, sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai dengan bakat, minat, renjana, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Peserta didik diarahkan untuk menemukan sendiri berbagai fakta, membangun konsep dan nilai-nilai baru secara mandiri serta memahami dan menerapkan aspek digital consumer behaviour. Model-model pembelajaran yang dapat digunakan antara lain Project-Based Learning, Teaching Factory, Discovery-Based Learning, Problem-Based Learning, Inquiry-Based Learning, atau model lainnya serta metode yang relevan. 

Mata pelajaran ini berkontribusi dalam membentuk peserta didik memiliki keahlian pada bidang Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi, meningkatkan lebih lanjut kemampuan logika dan teknologi digital (computational thinking), yaitu suatu cara berpikir yang memungkinkan untuk menguraikan suatu masalah menjadi beberapa bagian yang lebih kecil dan sederhana, menemukan pola masalah, serta menyusun langkah- langkah solusi mengatasi masalah. Penguasaan kemampuan Dasar-Dasar Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi akan membiasakan peserta didik bernalar kritis dalam 114 menghadapi permasalahan, bekerja mandiri, serta kreatif dalam mengembangkan solusi permasalahan di dunia usaha dan industri. 

B. Tujuan 

Mata pelajaran Dasar-Dasar Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi bertujuan membekali peserta didik dengan dasardasar pengetahuan, keterampilan, dan sikap (hard skills dan soft skills) yang diarahkan untuk mengembangkan kemampuan sebagai berikut: 

1. memahami proses bisnis di bidang Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi; 

2. memahami wawasan perkembangan bidang Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi; 

3. memahami profesi dan kewirausahaan (job profile dan technopreneurship), serta peluang usaha di bidang Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi; 

4. memahami lingkup kerja pada bidang Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi; 

5. menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup (K3LH) di lingkungan kerjanya; 

6. memahami penerapan media dan jaringan telekomunikasi; dan 

7. memahami prinsip dasar pengukuran dalam Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi. 

C. Karakteristik 

Mata pelajaran Dasar-Dasar Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi memiliki elemen materi sebagai berikut: Proses bisnis di bidang Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi, wawasan perkembangan bidang Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi, entrepreneurship dan job profile di bidang Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi, Orientasi Dasar Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi, Media dan Jaringan Telekomunikasi, dan Prinsip Dasar Pengukuran. 

Pada hakikatnya mata pelajaran Dasar-Dasar Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi berfokus pada kompetensi bersifat dasar yang harus dimiliki oleh tenaga admin database, analis sistem 115 komputer, dosen ilmu komputer, peneliti, perancang jaringan komputer, perancang sistem komputer dan jabatan lain sesuai dengan perkembangan dunia kerja. Selain itu peserta didik diberikan pemahaman tentang proses bisnis, perkembangan penerapan teknologi dan isu-isu global, entrepreneur profile, job profile, peluang usaha dan pekerjaan/profesi. 

Pengembangan soft skills pada mata pelajaran Dasar-Dasar Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi sangat penting sebagai bekal dasar di dalam membangun etos kerja, meliputi: komunikasi, critical thinking, kolaborasi, dan kreativitas. Soft skills pada mata pelajaran ini menjadi fondasi dalam pengembangan hard skills seperti menginstalasi, memelihara, dan penanganan gangguan (troubleshooting) dalam bidang Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi. 

Elemen dan Deskripsi mata pelajaran Dasar-Dasar Jaringan Komputer dan Telekomunikasi adalah sebagai berikut: 

Elemen  : Proses bisnis di bidang teknik jaringan komputer dan telekomunikasi 

Deskripsi : Meliputi proses bisnis pada bidang teknik jaringan komputer dan telekomunikasi, meliputi customer handling, perencanaan, analisis kebutuhan pelanggan, strategi implementasi (instalasi, konfigurasi, monitoring), dan pelayanan pada pelanggan sebagai implementasi penerapan budaya mutu. 

Elemen : Perkembangan teknologi di bidang teknik jaringan komputer dan telekomunikasi 

Deskripsi : Meliputi perkembangan teknologi pada perangkat teknik jaringan komputer dan telekomunikasi termasuk 5G, Microwave Link, IPV6, teknologi serat optik terkini, IoT, Data Centre, Cloud Computing, dan Information Security. 

Elemen : Profesi dan Kewirausahaan (jobprofile dan technopreneur) di bidang teknik jaringan komputer dan telekomunikasi 

Deskripsi : Meliputi jenis-jenis profesi dan kewirausahaan (job-profil dan technopreneur), personal branding serta peluang usaha di bidang Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi. 

Elemen : Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Hidup (K3LH) dan budaya kerja industri Meliputi penerapan K3LH dan budaya kerja industri, antara lain: praktik-praktik kerja yang aman, bahaya-bahaya di tempat kerja, prosedur-prosedur dalam keadaan darurat, dan penerapan budaya kerja industri (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), termasuk pencegahan kecelakaan kerja di tempat tinggi dan prosedur kerja di tempat tinggi (pemanjatan) 

Elemen : Dasar-dasar teknik jaringan komputer dan telekomunikasi 

Deskripsi :  Meliputi pemahaman dasar penggunaan dan konfigurasi peralatan/teknologi di bidang jaringan komputer dan telekomunikasi. 

Elemen : Media dan Jaringan Telekomunikasi 

Deskripsi : Meliputi pemahaman prinsip dasar sistem IPV4/IPV6, TCP IP, Networking Service, Sistem Keamanan Jaringan Telekomunikasi, Sistem Seluler, Sistem Microwave, Sistem VSAT IP, Sistem Optik, dan Sistem WLAN. 

Elemen : Penggunaan Alat Ukur Jaringan 

Deskripsi : Meliputi pemahaman tentang jenis alat ukur dan penggunaannya dalam pemeliharaan jaringan komputer dan sistem telekomunikasi.

D. Capaian Pembelajaran 

Pada akhir fase E (kelas X SMK), peserta didik akan mendapatkan gambaran yang tepat mengenai program keahlian yang dipilihnya melalui penguatan Wawasan Dunia Kerja dan Kewirausahaan. Capaian pembelajaran berikutnya adalah penguasaan elemen-elemen pembelajaran lainnya sehingga dapat menumbuhkan passion dan vision yang dapat memotivasi dalam merencanakan, dan melaksanakan aktivitas belajar pada fase ini maupun fase berikutnya. Capaian Pembelajaran pada elemen-elemen mata pelajaran Dasar-Dasar Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi dapat diuraikan sebagai berikut: 

 Elemen : Proses bisnis di bidang teknik jaringan komputer dan telekomunikasi 

Capaian Pembelajaran : Pada akhir fase E, peserta didik mampu memahami proses bisnis pada bidang teknik komputer dan telekomunikasi, meliputi customer handling, perencanaan, analisis kebutuhan pelanggan, strategi implementasi (instalasi, konfigurasi, monitoring), dan pelayanan pada pelanggan sebagai implementasi penerapan budaya mutu. 

Elemen : Perkembangan teknologi di bidang teknik jaringan komputer dan telekomunikasi 

Capaian Pembelajaran : Pada akhir fase E, peserta didik mampu memahami perkembangan teknologi pada perangkat teknik jaringan komputer dan telekomunikasi termasuk 5G, Microwave Link, IPV6, teknologi serat optik terkini, IoT, Data Centre, Cloud Computing, dan Information Security serta isu- isu implementasi teknologi jaringan dan telekomunikasi terkini antara lain keamanan informasi, penetrasi Internet.

Elemen : Profesi dan Kewirausahaan (jobprofile dan technopreneur) di di bidang Teknik Jaringan dan telekomunikasi

Capaian Pembelajaran: Pada akhir fase E, peserta didik mampu memahami jenis-jenis profesi kewirausahaan (jobprofile dan technopreneurship, personal branding serta peluang usaha   bidang teknik jaringan komputer dan telekomunikasi , untuk membangun vision dan passion, dengan melaksanakan pembelajaran berbasis proyek nyata sebagai simulasi proyek kewirausahaan.

Elemen : Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Hidup (K3LH) dan budaya kerja industri 

Capaian Pembelajaran : Pada akhir fase E, peserta didik mampu menerapkan K3LH dan budaya kerja industri, antara lain: praktik-praktik kerja yang aman, bahaya-bahaya di tempat kerja, prosedurprosedur dalam keadaan darurat, dan penerapan budaya kerja industri (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), termasuk pencegahan kecelakaan kerja di tempat tinggi dan prosedur kerja di tempat tinggi (pemanjatan). 

Elemen : Dasar-dasar teknik jaringan komputer dan telekomunikasi 

Capaian Pembelajaran : Pada akhir fase E, peserta didik mampu memahami tentang jenis alat ukur dan penggunaannya dalam pemeliharaan jaringan komputer dan sistem telekomunikasi 

Elemen : Media dan jaringan telekomunikasi Pada akhir fase E, peserta didik mampu memahami prinsip dasar sistem IPV4/IPV6, TCP IP, Networking Service, Sistem Keamanan Jaringan Telekomunikasi, Sistem Seluler, Sistem Microwave, Sistem VSAT IP, Sistem Optik, dan Sistem WLAN. 

Elemen : Penggunaan Alat Ukur 

Capaian Pembelajaran : Pada akhir fase E, peserta didik mampu menggunakan alat ukur, termasuk pemeliharaan alat ukur untuk seluruh jaringan komputer dan sistem telekomunikasi.


Minggu, 14 Agustus 2022

Datang dan kembali dalam keadaan telanjang

           Datang dan kembali dalam keadaan telanjang

Ayub 1 : 21
katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"

Apapun yang kita miliki sekarang, apapun yang kita perjuangkan dengan cucuran keringat dan bahkan air mata, kekayaan, posisi, kedudukan, harta, kemewahan, derajat dan martabat, dan sebagainya, akan kita tinggalkan saat kita menghadap Sang Pencipta ketika dipanggil menghadapNya. Seperti kita terlahir ke dunia ini dengan tanpa membawa apapun jua. 

Dalih apapun jua yang menghalalkan manusia dalam mengumpulkan harta, tahta, dan wanita, hanyalah kamuflase ambisi untuk pembenaran diri. Ini dimaksudkan bagi orang yang mencari rejeki dengan cara yang tidak sehat. Menghalalkan cara dan niat yang merugikan orang lain, menyakiti, dan menfitnah orang lain. 

Ingatlah bahwa apa yang kita miliki , tidak lepas dari campur tangan Tuhan. 
Dengan telanjang , manusia terlahir, dengan telanjang pula, manusia kembali ke haribaanNya. 

Sadar... sadar... sadar... beruntunglah bagi orang-orang yang masih dalam keadaan SADAR. 

Menyadari bahwa hidup ini hanya sementara, hidup ini ibarat singgah untuk minum air. Hanya sesaat, masih butuh waktu lebih lama yang akan kita lalui di surga atau neraka. 

Mari bersama-sama untuk sadar bahwa apa yang kita ambisikan, sombongkan, banggakan, itu bukan milik kekal kita. Bekerja dengan benar, berbicara dengan bijak, bersikap dengan rendah hati, dan selalu mensyukuri apapun kondisi kita. 

Semua anak manusia, tidak ada yang tidak berdosa, tetapi bagaimana cara kita menyadari dosa tersebut dan kemudian tidak mengulanginya lagi.
 
Semoga tulisan ini bisa menjadi pengingat dalam bertindak, berbuat, dan berkata-kata. Berhenti menjadi pencemooh, iri hati, sombong, korupsi dalam hal apapun, dll dari sifat syetan yang terkutuk. 
Tuhan kiranya mengampuni dosa kita semua. Amin.


Senin, 08 Agustus 2022

Berdoa, awal segala perbuatan

 Berdoa, awal segala perbuatan


Berdoa merupakan alat untuk membangun hubungan yang intim dengan Sang Pencipta. Hubungan antara Yang menciptakan alam semesta dan makhluknya sebagai ungkapan terimakasih dan ucapan syukur telah dikaruniai nafas hidup. Berdoa harusnya diikuti oleh setiap insan yang mengerti balas budi.

Setiap doa yang kita panjatkan pada Tuhan dengan sungguh, akan mendapatkan panen yang berlimpah berupa keselamatan dalam bertindak, berbuat, bercita-cita, dan sebagainya. Berdoa selanjutnya bekerja, berkegiatan, melakukan sesuatu yang positif dalam pribadi masing-masing. Semua kegiatan diawali dengan doa, karena doa adalah ujung tombak keselamatan secara material dan spiritual. 

Berdoa tanpa berkegiatan, niscaya tidak akan menghasilkan. Berkegiatan tanpa doa, maka kegiatan tersebut akan ditunggangi kepentingan-kepentingan baik oleh manusia dan selain manusia. 
 
Dengan berdoa, kita akan tenang dalam bertindak dan berkegiatan, akan menghasilkan produk yang bagus. Produk yang berkenan di hadapan Tuhan dan sesuai dengan harapan kita. 

Sebagai manusia yang berakhlak mulia dibanding dengan makhluk ciptaan lainnya. Untuk itu ada adab perbuatan yang mempunyai nilai-nilai dan norma yang mengatur hidup kita sehari-hari. Adab berdoa, makan minum, berkata-kata, berjalan, berorganisasi, dan adab pada perbuatan lainnya. 

Hendaknya melalui tulisan ini kita tetap mengingat bahwa semua yang kita dapatkan adalah anugerah, yang harus disyukuri dengan doa serta diawali dengan doa saat kita melakukan sesuatu untuk meraih anugerah tersebut. Dengan doa, kita terlepas dari tipu muslihat syetan yang terkutuk.



Sabtu, 06 Agustus 2022

Selamatlah Bagi Orang yang Sadar DiriπŸ‘‚πŸ‘ƒπŸ‘„πŸ‘‚πŸ‘€πŸ‘€


 Selamatlah Bagi Orang yang Sadar Diri
πŸ‘‚πŸ‘ƒπŸ‘„πŸ‘‚πŸ‘€πŸ‘€

Hidup adalah sementara. Hidup adalah melakukan hal yang berguna, untuk diri, keluarga, dan orang lain. Sesuatu yang hidup itu akan bergerak, bertumbuh, berkembang, dan ada perubahan. Jika tidak hidup maka sesuatu itu akan luruh, usang, rusak, dan akan  tersisih serta terbuang. Hidup sebagai makhluk mulia yaitu manusia ada norma-norma yang harus manusia pahami dalam menunggu antrian panjang ataupun pendek dalam mencapai akhir hidup. Hidup membutuhkan materi yang berlimpah, derajat sosial yang bisa dipandang oleh orang lain, posisi yang terhormat, dan keluarga yang pandai dan mempunyai kelebihan akademis. Demi keseimbangan rohani, kita manusia membutuhkan Sang Pencipta Kita. Ingat bahwa dunia hanyalah sementara, berlalu seperti waktu yang tidak bisa terulang. Seperti waktu yang hanya bisa dikenang. 

Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk mulia daripada makhluk lainnya. Hendaknya kita selalu mengoreksi diri, suatu ketika kita akan mati, pergi dan tak kan kembali, meninggalkan raga yang kita banggakan, meninggalkan semua yang kita cintai, yang kita sombongkan selama hidup. Hendaknya kita memanfaatkan waktu kita untuk hal yang bermanfaat dan tidak hanya mencemooh orang lain karena kedengkian yang tidak mau berubah. Jika tidak ingin hidup , jangan mengajak orang lain untuk mati bersamamu.

Janganlah kalian hidup dengan menjalankan pembenaran diri akan pendapat yang kalian percayai itu benar. Kemudian kalian tergiring dalam nafsu pencobaan mengadili orang lain atas dosanya. Melihat diri pribadi sebagai manusia yang banyak kekurangan itu akan menjadi seseorang dewasa. Hanya menjadi api buat orang lain adalah sikap yang menunjukkan siapa kamu sebenarnya. Kerendahan yang kalian banggakan sebagai kekuatanmu menebar isu yang merusak jiwa yang lemah yang tergiring dengan opini kalian yang penuh fitnah.  Orang lain ada berusaha membangun dan berubah untuk mempersiapkan surganya, kalian sibuk dengan api gila kalian untuk mempertahankan kegilaan akan posisi sesatmu. Ingat, setan tidak akan mengalahkan makhluk yang mulia. Meskipun setan selalu mendeklarasikan diri akan dunianya yang bermegah, tetapi ingatlah masih banyak makhluk Tuhan yang tidak searah dengan kalian. 

Tulisan ini adalah sebagai pembelajaran untuk penulis dan pembacanya. Orang yang selamat adalah orang yang selalu merasa "sadar diri". Amin

Rabu, 03 Agustus 2022

Mensyukuri Segala Anugerah

 Mensyukuri Segala Anugerah

Tuhan menyayangi umatnya, dengan memberikan anugerah yang melimpah tentang segala hal dalam hidup. Anugerah hidup, perasaan, kepandaian, kepekaan, keselamatan, kesehatan, dan masih banyak anugerah yang manusia dapatkan, tanpa manusia menyadari betapa baiknya Tuhan kepada manusia sebagai ciptaannya yang mulia. 

Anugerah bisa diartikan sebagai pemberian yang sangat berharga dan mewah yang tidak bisa dinilai dengan uang atau harta kekayaan lainnya. Anugerah adalah sesuatu yang sangat didambakan oleh setiap insan manusia yang mungkin menganggapnya tidak mendapatkan seperti orang lain. Anugerah terindah bagi setiap manusia berbeda sesuai dengan penilaian dan pandangan manusia itu sendiri sesuai level ukuran dimana mereka memandang dan menilai anugerah tersebut sebagai kebutuhan atau keperluan.  

Anugerah bisa didapat juga karena permintaan dalam doa dengan sungguh-sungguh, baik doa yang dilakukan secara pribadi, orang tua, dan yang lainnya. Tuhan tidak pernah kikir dalam pemberian kepada umatnya, asal kita mau dekat denganNya, niscaya apapun keinginan dan harapan kita terhadap turunnya anugerah, pasti akan tercurah. 

Anugerah perasaan adalah anugerah emosional yang mempunyai ukuran dari rendah, sedang, dan tinggi. Perasaan kesedihan, kemarahan, ambisi, cemooh, iri dengki, kebijaksanaan, kedewasaan, kesabaran, kesetiaan, kepercayaan, keadilan, ketegasan, kejujuran, ketabahan, dan sebagainya dalam berperang dengan alur cerita hidup yang harus kita jalani.

Anugerah hidup bagi kita manusia termasuk juga Anugerah kepandaian, setiap orang memiliki kepandaian dengan jenis yang sesuai dengan pribadinya sejak lahir. Anugerah ini bisa berasal dari pengalaman hidup, pendidikan dari orang tua, lingkungan, sekolah,dan masyarakat sekitar. Kepandaian dalam berhikmat akan situasi dan kondisi, bisa mewaspadai sesuatu yang tidak berkenan bagi Tuhan dan yang akan mengancam keselamatan jasmani dan rohani kita. Kepandaian berhikmat dalam memutuskan sesuatu jawaban akan pertanyaan / soal / pekerjaan yang membutuhkan keputusan cepat dan tepat. 

Anugerah kepekaan maksudnya adalah peka dengan situasi sekitar, peka dengan perasaan orang lain, peka dengan tugas dan tanggung jawab, dan sebagainya. Kepekaan ini bisa diasah supaya kepekaan itu bisa muncul dengan positif. Kepekaan bisa dimohonkan pada Tuhan sang pemberi hidup.

Anugerah keselamatan, merupakan anugerah paling istimewa karena dengan kita selalu diselamatkan maka anugerah yang lain akan mengikutinya sebagai bonus. Dengan anugerah keselamatan, kita bisa bekerja mendapatkan nafkah. Dengan anugerah keselamatan, kita bisa bahagia. 

Anugerah kesehatan bisa menjadi yang utama bagi sebagian orang yang menderita penyakit atau orang yang sedang sakit. Sehat dinilai lebih mahal dan penting daripada kekayaan. Dengan sehat, manusia bisa beraktifitas dengan nyaman. Jika manusia sedang sakit, mereka menderita, tersiksa, gelisah, dan putus asa.

Semua orang hendaknya selalu bersyukur, bersyukur dalam keadaan sehat, miskin, kaya, berpendidikan, berprofesi, bahkan dalam keadaan sakit pun harus tetap bersyukur. Segala anugerah bukanlah sesuatu yang kekal, karena manusia itu fana. Bersyukur akan segala anugerah adalah salah satu cara berterimakasih pada Tuhan sang maha pencipta bumi dan isinya. 

Kiranya ulasan ini bisa mengembalikan kita sebagai umat manusia untuk mengingat kembali tujuan Tuhan menciptakan Manusia. Manfaatkan anugerah Tuhan untuk kelestarian makhluk hidup, dan untuk kepercayaan Tuhan pada kita. Terimakasih Tuhan atas segala anugerah Mu padaku. Amin





 

Pendidikan karakter

     Pendidikan merupakan salah satu aspek yang harus dilalui oleh setiap makhluk hidup, terutama, manusia yang masih hidup. Pen...