Hidup adalah sementara. Hidup adalah melakukan hal yang berguna, untuk diri, keluarga, dan orang lain. Sesuatu yang hidup itu akan bergerak, bertumbuh, berkembang, dan ada perubahan. Jika tidak hidup maka sesuatu itu akan luruh, usang, rusak, dan akan tersisih serta terbuang. Hidup sebagai makhluk mulia yaitu manusia ada norma-norma yang harus manusia pahami dalam menunggu antrian panjang ataupun pendek dalam mencapai akhir hidup. Hidup membutuhkan materi yang berlimpah, derajat sosial yang bisa dipandang oleh orang lain, posisi yang terhormat, dan keluarga yang pandai dan mempunyai kelebihan akademis. Demi keseimbangan rohani, kita manusia membutuhkan Sang Pencipta Kita. Ingat bahwa dunia hanyalah sementara, berlalu seperti waktu yang tidak bisa terulang. Seperti waktu yang hanya bisa dikenang.
Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk mulia daripada makhluk lainnya. Hendaknya kita selalu mengoreksi diri, suatu ketika kita akan mati, pergi dan tak kan kembali, meninggalkan raga yang kita banggakan, meninggalkan semua yang kita cintai, yang kita sombongkan selama hidup. Hendaknya kita memanfaatkan waktu kita untuk hal yang bermanfaat dan tidak hanya mencemooh orang lain karena kedengkian yang tidak mau berubah. Jika tidak ingin hidup , jangan mengajak orang lain untuk mati bersamamu.
Janganlah kalian hidup dengan menjalankan pembenaran diri akan pendapat yang kalian percayai itu benar. Kemudian kalian tergiring dalam nafsu pencobaan mengadili orang lain atas dosanya. Melihat diri pribadi sebagai manusia yang banyak kekurangan itu akan menjadi seseorang dewasa. Hanya menjadi api buat orang lain adalah sikap yang menunjukkan siapa kamu sebenarnya. Kerendahan yang kalian banggakan sebagai kekuatanmu menebar isu yang merusak jiwa yang lemah yang tergiring dengan opini kalian yang penuh fitnah. Orang lain ada berusaha membangun dan berubah untuk mempersiapkan surganya, kalian sibuk dengan api gila kalian untuk mempertahankan kegilaan akan posisi sesatmu. Ingat, setan tidak akan mengalahkan makhluk yang mulia. Meskipun setan selalu mendeklarasikan diri akan dunianya yang bermegah, tetapi ingatlah masih banyak makhluk Tuhan yang tidak searah dengan kalian.
Tulisan ini adalah sebagai pembelajaran untuk penulis dan pembacanya. Orang yang selamat adalah orang yang selalu merasa "sadar diri". Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar