WISATA
USAHA MIKRO BUDIDAYA JAMUR TIRAM DI ROTE NDAO PADA MASA LIBURAN
Agus Hartatik
SMK Negeri 1
Lobalain
Hartatik973@gmail.com
Abstrak
Usaha mikro
Jamur Tiram ini merupakan usaha mikro yang sangat menjanjikan di masa pandemi
ini. Usaha ini bisa menambah pendapatan masyarakat dan meningkatkan taraf
hidupnya. Jamur Tiram yang merupakan bahan
makanan yang bersifat meningkatkan imunitas kesehatan tubuh, penangkal radikal
bebas, dan penyedia nutrisi makanan yang baik bagi manusia di masa pandemi. Wisata Usaha
Mikro Budidaya Jamur Tiram di Rote Ndao pada Masa Liburan sangat menginspirasi
penulis dalam pengembangan diri sebagai Aparatur Sipil Negara. Penulis
menyampaikan topik ini dalam bentuk artikel untuk mengikuti Lomba yang salah
satu temanya adalah Tema Pengembangan Ekonomi
Masyarakat. Wisata
yang mendidik, yang mana sebagai proses pembelajaran yang mandiri dalam
berwisata sekaligus belajar.
Metode
penelitian yang dipakai adalah metode deskriptif kualitatif, berdasarkan
wawancara dengan petani budidaya Jamur Tiram. Artikel menyampaikan pentingnya
Jamur Tiram untuk kesehatan manusia serta menggambarkan proses pembuatan dari
penyiapan rumah jamur, persiapan baglog, penyimpanan, pemeliharaan, pemanenan,
dan pemasaran.
Wisata Usaha
Mikro Budidaya Jamur Tiram di Rote Ndao pada Masa Liburan benar-benar menghibur
dan bisa menambahkan wawasan pendidikan dan membuka cakrawala berfikir sebagai
seorang pendidik untuk tetap semangat belajar dimanapun dan kapanpun.
Kunci : wisata , usaha mikro, budidaya,
Jamur Tiram , masa liburan
WISATA
USAHA MIKRO BUDIDAYA JAMUR TIRAM DI ROTE NDAO PADA MASA LIBURAN
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia, Wisata merupakan sebuah aktifitas yang dilakukan
oleh seseorang atau kelompok orang dengan bepergian bersama-sama dengan tujuan
memperluas pengetahuan, bersenang-senang, dan lain sebagainya. Berdasarkan
alasannya, wisata dibagi menjadi beberapa jenis. Salah satunya adalah wisata
pendidikan yang bertujuan untuk menambah pengetahuan dan memperdalam ilmu.
Wisata pendidikan bisa dilakukan dengan mengunjungi tempat budidaya, tempat
penangkaran hewan dan sebagainya.
Berkaitan
dengan wisata pendidikan, penulis memilih wisata di tempat usaha mikro
khususnya, Budidaya Jamur Tiram. M. Tohar
mengatakan bahwa usaha mikro adalah kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil
dan memenuhi kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur
dalam undang-undang. Usaha mikro dapat memberi dampak positif bagi daerah
tempat usaha tersebut berkembang, ini menandakan bahwa usaha mikro memberikan
kontribusi yang besar bagi perekonomian rakyat.
Salah
satu usaha mikro adalah budidaya yang dilakukan oleh masyarakat. Di dalam kamus besar Bahasa Indonesia yang menyatakan
bahwasanya budidaya adalah upaya yang memberikan manfaat dan akan menghasilkan
hasil. Jadi proses budidaya di dalam pertanian sendiri dinyatakan sebagai
sebuah proses inti dari usaha bertani. Sebagai sebuah proses yang akan
membuahkan hasil, nantinya usaha budidaya pertanian ini akan mengandalkan
penggunaan dari media tanam berupa tanah maupun media jenis lain di sebuah
lahan agar bisa mengelola dan membesarkan tanaman. Setelah melakukan proses
pengelolaan di dalam budidaya maka akan dilakukan pemanenan hasil seperti
layaknya Hortiultura. Salah satunya adalah budidaya Jamur Tiram.
Jamur Tiram adalah salah satu jenis jamur yang bisa
tumbuh di Indonesia. Jamur ini biasanya tumbuh pada kayu – kayu yang sudah lapuk, dengan syarat tumbuh jamur tiram
tergantung dari sumber nutrien, suhu, kelembapan, air, cahaya, udara dan
keasaman.
Disebut dengan nama Jamur Tiram, karena secara morfologis,
jamur mempunyai bentuk pada tudung jamur seperti kulit kerang ( Tiram ). Jamur
yang mempunyai tudung seperti kulit kerang ( Tiram ) yang mempunyai warna putih
bersih. Dengan batang jamur yang bervariasi panjangnya, tergantung kondisi
lingkungan dimana jamur tumbuh. Pada umumnya panjang tangkai jamur 2 cm sampai
dengan 6 cm, dengan besar tudung yang menyesuaikan besar dari tangkai jamur.
Jamur Tiram mempunyai rasa yang khas. Ada kekenyalan pada
teksturnya ketika di masak dengan cara perebusan maupun penggorengan. Ada yang
mengatakan rasanya mirip rasa daging ayam yang dibuat menjadi sup. Jika
digoreng, Jamur Tiram mempunyai rasa yang eksotis di lidah dan lezat.
Dilihat dari manfaatnya, Jamur Tiram mempunyai manfaat yang
sangat banyak untuk kesehatan dan keseimbangan metabolisme tubuh manusia. Jamur
tiram mempunyai kandungan beragam antioksidan yang berguna dalam mencegah
penyakit kronis dalam tubuh dan penuaan pada kulit. Hal ini dapat menangkal
radikal bebas dalam tubuh manusia. Sangat
disarankan bagi seseorang yang ingin mencegah dari berdampaknya penyakit
Diabetes Mellitus, pertumbuhan tumor, kanker, dan kolesterol darah. Jamur Tiram
memiliki kalori yang rendah, sangat cocok dikonsumsi oleh penderita penyakit
jantung dan orang yang menjalankan program diet sehat. Menurut Muljowati ( 2015 ) Jamur tiram juga
bermanfaat dalam menambah vitalitas, memperlancar buang air besar serta
meningkatkan daya tahan tubuh karena Jamur Tiram mengandung nutrisi yang baik bagi kesehatan
tubuh. Nutrisi yang terkandung didalamnya diantaranya; Protein, Karbohidrat, Serat, Vitamin
A, Vitamin D, Vitamin
B4 atau kolin, Vitamin B9 atau asam folat. Berbagai jenis mineral, termasuk zat
besi, fosfor, kalsium, kalium, zinc, dan selenium.
Berdasarkan uraian di atas, di masa
pandemi yang serba adanya banyak kesulitan dan masalah ekonomi di kalangan masyarakat
kecil, muncullah ide usaha bertani Jamur Tiram di Kabupaten Rote Ndao dan
tepatnya di Desa Holoama. Usaha bertani Jamur Tiram ini dilakukan oleh Bapak Johanis
Kristian Sollo, yang kesehariannya sebagai petani penanam padi tadah hujan.
Dengan pengalaman yang dia dapatkan dengan belajar secara otodidak, akhirnya
dia memberanikan diri untuk mencoba usaha menanam Jamur Tiram dan sekaligus dia
memasarkan dengan melalui sosial media ( Facebook dan Whatsapp ). Disamping
penjualan dari Jamur Tiram bisa memenuhi kebutuhan ekonomi , Jamur Tiram bisa
memenuhi asupan nutrisi dalam tubuh. Dengan alasan tersebut dia bertekad
membudidayakan Jamur Tiram di rumahnya yang kosong.
Penulis mengangkat “Wisata Usaha
Mikro Budidaya Jamur Tiram di Rote Ndao” sebagai judul artikel pada lomba ini
karena salah satu Tema Lomba, diantaranya yaitu Tema Pengembangan Ekonomi
Masyarakat. Penulis berfikir bahwa Ide
dan gagasan yang dilakukan oleh Bapak Johanis Kristian Solo tersebut sangatlah
menginspirasi petani yang lain untuk mengembangkan diri dalam bidang apapun
dengan terus belajar mandiri melalui media yang ada. Beliau bisa membaca
peluang yang ada di masa yang tidak menentu di masa pandemi ini dengan sambil
menunggu masa tanam dan panen tiba. Pemanfaatan waktu yang beliau pergunakan
sangat menginspirasi kita, baik sebagai
pekerja swasta maupun Aparat Sipil Negara ( ASN ).
Disamping media tanam yang mudah
didapat yang mana serbuk kayu yang diambil dari tempat mebel di sekitar
rumahnya yang kebetulan dikelilingi oleh tetangga yang memiliki usaha mebel.
Dari fakta tersebut, beliau berfikir untuk membuat Budidaya pertanian Jamur Tiram, dengan beberapa
kemudahan akan kesediaan media yang ada di sekitarnya serta belum ada petani
Jamur Tiram yang lain di kabupaten Rote Ndao sebagai pesaing.
Budidaya Jamur Tiram ini bisa dilakukan sebagai pengisi waktu luang sebagai seorang petani, selain menanam padi. Tetapi dibutuhkan seseorang yang harus sabar dan telaten dalam pemeliharaan dan perawatannya, agar pertumbuhan dan perkembangannya sesuai harapan. Budidaya ini bisa sebagai tambahan sumber mata pencaharian ekonomi keluarga dan pengembang taraf hidup masyarakat setempat. Di lain pihak, penulis sangat menyukai bahan makanan yang bersifat meningkatkan imunitas kesehatan tubuh manusia, melengkapi asupan gizi dimana adanya kenaikan harga bahan makanan yang merangkak naik, Jamur Tiram sebagai alternatif bahan lauk yang menyehatkan dan bergizi, sehingga penulis memutuskan melakukan Wisata yang mendidik, mengilhami, dan menginspirasi sebagai tenaga pendidik khususnya, bahwa semua orang bisa berkembang, tidak memandang status sosial dan tingkat pendidikannya, yang penting dilakukan dengan semangat dan pantang menyerah, maju terus pantang mundur, pasti bisa, seperti harapan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Nusa Tenggara Timur tercinta.
Jamur Tiram ini dibudidayakan dalam
sebuah rumah kosong yang disebut dengan Rumah Jamur. Rumah jamur disarankan
berlantaikan tanah agar bisa menyerap air yang jatuh dari percikan semprotan
pada jamur tiram. Rumah jamur harus
bersih dari kotoran serta didiamkan selama dua hari sebelum baglog - baglog
dimasukkan. Di dalam rumah jamur itu
disusun rak-rak bertingkat untuk menaruh baglog-baglog atau media tanam yang
merupakan media tempat bibit jamur tiram. Rak-rak bisa terbuat dari kayu atau bambu.
Rak – rak disusun dengan jarak berupa lorong yang dapat mempermudah jalan masuk
keluarnya petani ketika melakukan perawatan dan pemeliharaan Jamur Tiram.
Pada ujung baglog dibuat lubang
tempat tumbuhnya Jamur Tiram menyembul keluar. Penyusunan baglog itu bisa
dilakukan menyamping untuk memudahkan pemanenan ataupun disusun secara vertikal
( berdiri ) untuk mempermudah saat penyiraman air.
Pemilihan bibit Jamur Tiram yang
berkualitas juga perlu diperhatikan untuk mendapatkan hasil panen yang
memuaskan. Pengusaha Jamur Tiram dalam
skala besar biasanya membuat sendiri benih bibit Jamur Tiram, sedangkan
pengusaha skala kecil cenderung membeli, agar mereka dapat konsentrasi pada
pemeliharaan pertumbuhan dan perkembangan Jamur Tiram.
Baglog-baglog itu sudah diisi dengan
serbuk kayu dan bahan lainnya. Adapun tambahan lain yaitu serbuk kayu, kapur,
dan dedak dari kulit padi. Percampuran dilakukan dalam keadaan bahan-bahan
(serbuk kayu, dedak / bekatul, dan kapur ) yang sudah diayak terlebih dahulu,
sehingga media bertekstur halus lembut seperti tepung. Adapun perbandingan
pencampurannya dari bahan-bahan tersebut adalah
Sesuai dengan sifat tumbuh dan berkembangnya Jamur Tiram, ini membutuhkan
suhu ruang tertentu dengan perlakuan-perlakuan khusus. Untuk menjaga
kelembaban ruangan penyimpanan dan
pembudidayaan baglog, ruangan harus disiram dengan air. Apalagi jika musim kemarau,
maka ruangan harus tetap dijaga kelembabannya dari sinar matahari yang terik di
luar tempat penyimpanan baglog. Suhu ruang yang dibutuhkan adalah suhu ruang
yang bersifat lembab dan pencahayaan yang kurang. Lebih disarankan pada ruangan
yang memiliki cahaya yang temaram yang masuk ke ruangan penyimpanan baglog dari
Jamur Tiram. Ruang cenderung gelap akan membuat pertumbuhan jamur lebih baik. Jika
suhu ruang kurang lembab serta cahaya yang masuk ke ruangan terlalu terang maka
akan berakibat benih akan mengalami kekeringan dan gagal tumbuh.
Oleh karena itu Jamur tiram juga
membutuhkan penyiraman air pada awal pembudidayaan. Tetapi penyiraman ini
dilakukan pada tanah di rumah jamur. Penyiraman tidak bisa dilakukan pada awal
pembenihan pada baglog, tetapi dilakukan setelah panen pertama. Jika miselliumnya
sudah membesar dan memutih semua maka penyiramannya dilakukan sebanyak dua kali
sehari pagi dan sore dengan kapasitas air yang secukupnya yaitu dengan sistem
penyemprotan berbentuk kabut, bukan tetesan air. Jika misellium jamur sudah cukup besar , bisa
disiram satu kali saja, untuk menjaga kualitas jamur tidak rusak dan tudungnya tetap
bagus.
Proses pemanenan akan dilakukan jika
tudung Jamur Tiram sudah memenuhi lubang yang dibuka. Ini biasanya membutuhkan
waktu 2 – 3 minggu agar Jamur Tiram bisa dipanen. Pemeliharaan pada baglog
sangat penting karena akan mempengaruhi rentan fungsinya untuk tetap bisa
berproduksi. Biasanya bisa sampai 5 – 8 kali panen jika perawatan dan
pemeliharaan Jamur Tiramnya baik. Panen dilakukan jika jamur sudah membesar dan
mekar. Warna masih putih. Proses pemanenan harus tepat waktu supaya tidak
mempengaruhi kualitas dari Jamur Tiram.
Disamping itu dalam hal penjualan
dan pemasaran Jamur Tiram masih sangat bagus prospeknya. Penjualan berjalan
lancar, bahkan kadang stok Jamur Tiram tidak mencukupi untuk melayani
permintaan yang ada. Banyak konsumen yang sadar akan manfaat jamur Tiram dan
pentingnya kesehatan, dengan rasanya yang lezat sangat menggugah selera makan, mereka
berlomba memesan saat pemanenan dilakukan, yang mana sistem penjualan dilakukan
secara online baik dengan media sosial facebook maupun Whatsapp. Dengan
merasakan manfaat yang menyehatkan dengan mengkonsumsi jamur Tiram, demikian
juga bisa divariasikan dalam memasaknya, tergantung selera masing-masing, bisa
dibuat sup, digoreng dengan tepung, dibuat tumis, dibuat capjay, dan
sebagainya.
Wisata
Usaha Mikro Budidaya Jamur Tiram di Rote Ndao pada Masa Liburan benar-benar
menghibur dan bisa menambahkan wawasan pendidikan dan membuka cakrawala
berfikir sebagai seorang pendidik untuk tetap semangat belajar dimanapun dan
kapanpun. Sebagai bahan perbandingan dan khazanah ilmu dalam pikiran dan tema
mengajar seorang tenaga pendidik. Penulis berharap tulisan ini akan berguna
sebagai bahan referensi bagi penulis berikutnya yang menulis tentang hal yang
sama. Tulisan ini bisa menginspirasi bagi pembaca bahwa wisata usaha mikro
budidaya Jamur Tiram sebagai wisata alternatif
dan merupakan wisata yang menyenangkan di masa liburan.
Daftar Pustaka
Wawancara dengan Bapak Johanis Kristian Solo sebagai nara
sumber petani budidaya Jamur Tiram
Sumber Internet
:
Pengertian Wisata
Serta Jenis, dan Tujuannya (hayatuntour.com)
Pengertian Usaha
Mikro Menurut Para Ahli ≡ materi sekolah – Pengayaan.com
3 Pengertian
Budidaya Menurut Para Ahli yang Harus Dipelajari - IlmuBudidaya.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar