Angin sore membimbing tangan rapuh,
Arakan bangau berbaris menuju peraduan hangat,
Aroma sang juwita malam menyambutmu gemulai menggoda,
Dedaunan jatuh gontai pasrah terantuk kerikil kecil tajam,
Raja terang bersembunyi di balik cakrawala barat ,
Gelap menari merayakan kemenangan,
Bila senja datang bagai masa tua,
Kerentaan, kerapuhan, merajai raga dan jiwa,
Daftar antrian menunggu panggilan nama,
Kemudaan pergi dan tak mau menoleh ke belakang lagi,
Keperkasaan lunglai lemah menyusut musnah,
Sang putus asa berjingkrak girang,
Kesiapan iman tebal jaminan kekal,
Amal perbuatan penolong di saat bimbang,
Tempat mengadu berlindung dari pencobaan derita senja,
Tuhan oh Tuhan .. sebutmu tak bernyawa,
Raga tanpa roh kehidupan,
Ku pergi menujuMu, ke haribaanMu,
Nyanyian kudus mengiringi langkahku,
Bak kereta kencana mengantarkanku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar