Burung berkicau karena memang cara penyampaian komunikasi bahasa yang dipakai adalah dengan berkicau. Menyanyi bersenandung di pagi hari dengan syair yang indah diiringi hembusan udara sejuk di pagi hari dengan suara dentingan tetesan air embun nan berkilau.
Kicauan yang membuat seseorang yang mendengarnya bahagia dan merasakan romantisnya nostalgia.
Kicauan setiap burung terdengar berbeda tergantung jenis burungnya.
Burung yang bagus, kicauannya terdengar merdu, eksotis, dan berbeda. Kicauan burung yang sedang-sedang, akan berkicau juga sedang-sedang. Kicauan burung yang umum, akan berkicau terdengar ringan dan ramai.
Mungkin yaa tergantung juga fisiologi dari burung tersebut. Ada yang makan makanan yang biasa dan mudah didapat. Ada yang makan makanan yang langka dan sulit didapat. Makanan untuk kesehatan jasmani dan rohani seekor burung sangat mempengaruhi mutu kicauannya.
Adakalanya burung yang hidup di lingkungan tertentu juga akan mempengaruhi karakter dan struktur bunyi vokal dari suara kicauan.
Struktur geografis, lingkungan tempat tinggal, genetika keturunan, dan bibit dari burung tersebut akan membuat kicauan berbeda.
Beda kualitas beda kicauan. Beda konsumsinya juga beda karakter suaranya. Beda lingkungan, genetika, lingkungan geografis, beda akan kentara terlihat.
Kicauan burung yang berkualitas akan banyak diminati oleh customer. Dan sebaliknya jika terjadi pada burung yang kicauannya kurang berkualitas.
Takdir menjadi burung yang mempunyai kicauan kurang kualitas adalah takdir yang tidak bisa diubahnya.
Bagaimana dengan manusia?
Apakah berkicau yang kurang berkualitas adalah takdir juga?
Menurutku, aku sebagai orang jelata ini berfikir bahwa kicauan manusia adalah pilihan manusia itu sendiri. Jika Tuhan memberi hikmat kepada umatnya, mengapa kita menyia-nyiakan hikmat itu ?
Berkicaulah semerdu mungkin, agar kicauanmu bisa menjadi jalan bahagia buat pendengarmu.
Jangan berkicau dengan kemunafikan, jangan berkicau yang tidak berhikmat, karena sia-sia lah tenagamu jika kamu bertemu dengan orang yang berhikmat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar