JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.3
VISI GURU PENGGERAK
FACTS
Visi adalah representasi visual kita akan masa depan. Penggambaran visi yang jelas tentang keadaan di masa depan dapat membantu kita untuk merencanakan dan menyelaraskan upayaupaya mewujudkannya. Visi itu menguatkan hatinya, menggerakkan hati semua orang, dan mempersatukan gerak bersama dalam pencapaiannya. jika visi seorang guru memiliki makna yang kuat maka visi tersebut berpeluang menghubungkan hati lebih banyak pihak hingga kemudian mengundang upaya kolaboratif demi mewujudkannya. Memiliki visi tentang pertumbuhan murid menjadi hal yang sangat penting bagi seorang guru. Visi yang diharapkan terwujud pada murid Bapak/Ibu di masa depan. Visi mengenai murid inilah yang nantinya menjadi bintang penunjuk arah bagi guru dalam menentukan program dan strategi pembelajaran. Guru Penggerak memiliki peran untuk mengembangkan diri dan orang lain, memimpin pembelajaran, memimpin manajemen sekolah, dan memimpin pengembangan sekolah. Guru Penggerak perlu mengartikulasikan harapan besar mengenai dirinya, murid, rekan kerja, sekolah, dan kedigjayaan Indonesia dalam kalimat-kalimat yang sifatnya pribadi, sehingga paling tidak dapat menggerakkan hatinya, menyemangati dirinya, di tengah jatuh-bangun perjuangannya kelak. Merangkai mimpi dalam gambar tersebut ke dalam kata-kata yang lebih jelas sebagai sebuah visi. Gambar mengenai mimpi tentang murid dan lingkungan pembelajaran di masa depan ini mendatangkan perasaan bahagia dalam diri sebagai guru. Gambar yang tersebut adalah visi mengenai layanan dan lingkungan pembelajaran di masa depan yang akan kita berikan pada murid kita. Ketika kita menggambar visi, maka yang muncul adalah keyakinan dalam diri untuk mewujudkannya. Akhirnya, kita pun terpacu untuk melakukan peningkatan kualitas diri serta menguatkan kolaborasi di sekolah agar terjadi upaya perbaikan dan perubahan berkesinambungan yang diperlukan agar visi menjadi kenyataan. Artikulasikanlah nilai-nilai, filosofi, harapan atas murid di sekolah yang kita yakini dalam sebuah VISI. Pastikan kalimat-kalimat yang digunakan memiliki makna tersendiri secara pribadi sehingga ketika dibaca, kalimat itu akan menyemangati kita , sekaligus menggerakkan hati tiap orang yang turut membacanya. Lewat kalimat itu, harus menggambarkan seberapa berharga visi tersebut hingga patut diperjuangkan pencapaiannya.
FEELINGS
Sebagai Guru Penggerak, proses belajar pada modul ini dapat menguatkan saya, merasa optimis untuk terlibat dalam proses menyusun atau menelaah kembali visi sekolah, sehingga membantu sekolah melihat pentingnya melibatkan murid dan komunitas sekolah dalam merumuskan visi sekolah.
BENEFITS
Bisa mengeksplorasi mengapa lingkungan belajar yang bermakna dan berpihak pada murid itu harus ditumbuhkan, membuat lukisan mimpi dan narasi visi mengenai murid dan lingkungan belajar di masa depan yang sesuai murid kita impikan. Bagaimana mewujudkannya dengan sebuah pendekatan Inkuiri Apresiatif. Seorang guru penggerak menjalankan perannya sebagai pemimpin pembelajaran, menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi, mewujudkan kepemimpinan murid, dan menggerakkan komunitas praktisi. Dengan mempunyai visi yang jelas yang sesuai dengan peran guru dan nilainilai guru penggerak. Menentukan prakarsa perubahan, dengan melaksanakan langkah-langkah Kanvas BAGJA, yang merupakan manajemen perubahan yang menggunakan paradigm inkuiri apresiatif. Inkuiri apresiatif adalah sebuah pendekatan kolaboratif dalam melakukan perubahan yang berbasis kekuatan, sebagai paradigm berbasis kekuatan, yang salah satu model manajemen perubahan kolaboratif yang membawa perbaikan dalam suatu sistem .
CAUTIONS
Kaitan peran pendidik dalam mewujudkan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan Profil Pelajar Pancasila pada murid-muridnya dengan paradigma inkuiri apresiatif (IA) di sekolah. Relevansi pemikiran Ki Hajar Dewantoro terhadap transformasi pendidikan sebagai kerangka perubahan , yang terkandung nilai kodrat keadaan (alam, zaman). Adanya perbedaan dan tantangan sendiri-sendiri ), dan prinsip melakukan perubahan . Adanya keharusan berorientasi tertuju pada anak. Poin relevansi pemikiran KHD; keimanan dan ketakwaan, karakter & akhlak, dan jiwa mandiri. Tidak terlepas dari peran guru yang mempunyai nilai-nilai guru penggerak yang mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpusat pada anak

Tidak ada komentar:
Posting Komentar