Pendidikan merupakan salah satu aspek yang harus dilalui oleh setiap makhluk hidup, terutama, manusia yang masih hidup. Pendidikan akan berkaitan dengan belajar, baik formal maupun informal. Belajar melalui jalan formal, tentu saja, harus belajar dari jenjang Paud, TK, SD, SMP, SMA/SMK, dan selanjutnya. Sedangkan belajar informal, melalui belajar kursus, mandiri, dan dari pengalaman. Sesuai dengan Ki Hajar Dewantoro, belajar sepanjang hayat. Belajar seumur hidup, selama makhluk masih hidup, seharusnya belajar karena dikatakan manusia itu hidup jika harus mengalami perubahan dan perkembangan. Dalam belajar, meliputi sikap/karakter, pengetahuan, dan ketrampilan. Karakter yang benar bisa mengendalikan pengetahuan yang tidak benar. Karakter mampu mengarahkan kekeliruan dan kesalahan yang terjadi.
Cinta, sayang, kasih, setia, kepercayaan, kejujuran, kesederhanaan, Kesabaran, menghargai orang lain, toleransi dalam kebinekaan, konsisten, dapat dipercaya.
Jumat, 25 Juli 2025
Kamis, 24 Juli 2025
Kamis Manis
Kamis Manis
Hari Kamis Manis, penyesuaian imbuhan akhiran pada frase yang berakhiran suku kata yang sama yaitu "is..is..is". Enak diucapkan dan pas dirasakan. Tetapi makna yang terkandung juga mendalam. Baik, positif, dan mendamaikan. Tidak ada larangan dalam mencocokkan satu kata dengan kata lainnya. Selama padu padan itu tidak menimbulkan sengketa dan persepsi pemahaman yang tidak nyaman.
Bisa saja sebutan itu diambil karena memang Hari Kamis , para pegawai di beberapa daerah hrs memakai pakaian motif tenun atau lainnya yang merupakan hasil dari potensi daerahnya, sehingga nampak manis dalam penampilan dan auranya.
Sah-sah saja ketika seseorang ataupun banyak orang mengambil dan menggunakan kata "manis" tersebut untuk menyampaikan makna yang mereka inginkan.
Manis berarti "Legi" dalam Bahasa Jawa. Enak dan menyenangkan. Membuat puas bagi yang menikmatinya.Nyaman dan tidak membuat trauma. Tetapi yang manis tidak selalu membuat sehat, yang manis tidak selalu bisa dianggap remeh, karena di balik Manis, ada bahaya yang mengancam kesehatan, seperti zat gula. Yang manis tidak selalu bisa dianggap remeh karena yang manis belum tentu lemah, bisa di atur, dan diinjak, bahkan bisa menipu menjebak, seperti karakter manusia yang bersifat manis , kemunafikan, kekuatan, dan tipu daya.
Penulis berharap kita boleh manis, dari kulit, hati, dan pikiran. Dari karakter tercermin ke tindakan. Jangan hanya kita mikir dunia saja karena kita pikir masih didunia, kemudian kita budidaya karakter manis tipu muslihat yang kental. Nunggu masa nunggu tiba. (@9_5
Kotok Pete / Lamtoro
Kotok Pete/ lamtoro
Bahan :
Segenggam Pete yg sudah dikupas
Tempe 1 lempeng
Ikan Teri segenggam
Daun Kemangi
Santan kental 2 gelas
Bawang merah 6 buah
Bawang putih 3 buah
Cabe rawit yang masih hijau 10 buah
lemgkuas
Jahe
kunyit 1 cm
Kemiri 5 buah
Ketumbar 1 sendok
Daun jeruk 3 lembar
Kencur 1cm
Minyak goreng 3 sdm
Air 2 gelas untuk peras santan
Garam sckpny
Gula 1 sdm
Penyedap
Cara membuat:
1. Haluskan bumbu , kecuali lengkuas dan daun jeruk.
2. Gongso/tumis bumbu halus, lengkuas, dan daun jeruk dg minyak goreng sampai tercium aroma
3. Masukkan tempe yg sudah dipotong kecil, teri yang sudah cuci, pete, dan cabe rawit hijau utuh.
4. Masukkan santan, gula, garam, penyedap.
5. Setelah mendidih, tes rasa, masukkan daun kemangi.
6. Angkat dan siap disajikan.
Selamat Mencoba!
#Rote Ndao
Rabu, 23 Juli 2025
"ASA"
. "ASA"
Secara etimologi, Kata Asa memiliki banyak versi makna, diantaranya salah satunya adalah " Harapan". Harapan untuk ke depan dan masa yang akan datang. Keinginan seseorang untuk diri mereka sendiri. Keinginan untuk berubah menjadi lebih baik dan berpotensi. Harapan akan keinginan bisa terwujud, tentu saja yang baik adanya. Ini adalah ASA yang positif. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa ASA bisa juga ke motion yang sebaliknya. Ini bisa terjadi dimana saja, kapan saja, dan pada siapa saja, tergantung situasi dan kondisi serta kepentingan yang harus terpenuhi. Yang paling penting juga karena karakter seseorang ketika ingin mewujudkan ASA itu dengan cara-cara yang berwibawa atau dengan cara lainnya. Tetapi inipun sudah sangat jarang terjadi di jaman kekinian seperti sekarang ini. Satu-satu saja yang masih memikirkan efek jangka panjangnya, dunia ataupun akherat, bahkan ada yg berkarakter, tentu saja mengetahui, tetapi tetap menabrak batasan - batasan.
Jadi semua keinginan, harapan, cita-cita, yang populer disebut ASA, tentu saja akan dimiliki oleh setiap manusia yang masih hidup ini, baik yg positif maupun sebaliknya.
Semoga kita tetap bisa membuat diri kita bijaksana dengan ASA kita, karena akan berimbas pada hidup kita. Jika tidak tercapai , akan merana dan gelisah. Yang tercapai , akan merasa puas dan bahagia. BerASAlah sepanjang positif dan dengan cara positif pula. Karena akan tabur dan tuai. Saat tuai, tetap bersyukur karena itu adalah wujud dari sebuah tanggung jawab.
(@tatik)
Langganan:
Komentar (Atom)
Pendidikan karakter
Pendidikan merupakan salah satu aspek yang harus dilalui oleh setiap makhluk hidup, terutama, manusia yang masih hidup. Pen...
-
KEPUTUSAN KEPALA BADAN STANDAR, KURIKULUM, DAN ASESMEN PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI NOMOR 008/H/KR/20...
-
Pagiku Terbangun terdengar kicauan burung, Gemericik gemerucuk seperti musik, Mata ini lengket masih enggan terbuka, Kule...