Kamis, 24 Juli 2025

Kamis Manis

                                               Kamis Manis
     Hari Kamis Manis, penyesuaian imbuhan akhiran pada frase yang berakhiran suku kata yang sama  yaitu "is..is..is". Enak diucapkan dan pas dirasakan. Tetapi makna yang terkandung juga mendalam. Baik, positif, dan mendamaikan. Tidak ada larangan dalam mencocokkan satu kata dengan kata lainnya. Selama padu padan itu tidak menimbulkan sengketa dan persepsi pemahaman yang tidak nyaman.
       Bisa saja sebutan itu diambil karena memang Hari Kamis , para pegawai di beberapa daerah hrs memakai pakaian motif tenun atau lainnya yang merupakan hasil dari potensi daerahnya, sehingga nampak manis dalam penampilan dan auranya. 
      Sah-sah saja ketika seseorang ataupun banyak orang mengambil dan menggunakan kata "manis" tersebut untuk menyampaikan makna yang mereka inginkan. 
     Manis berarti "Legi" dalam Bahasa Jawa. Enak dan menyenangkan. Membuat puas bagi yang  menikmatinya.Nyaman dan tidak membuat trauma. Tetapi yang manis tidak selalu membuat sehat, yang manis tidak selalu bisa dianggap remeh, karena di balik Manis, ada bahaya yang mengancam kesehatan, seperti zat gula. Yang manis tidak selalu bisa dianggap remeh karena yang manis belum tentu lemah, bisa di atur, dan diinjak, bahkan bisa menipu menjebak, seperti karakter manusia yang bersifat manis , kemunafikan, kekuatan, dan tipu daya. 
     Penulis berharap kita boleh manis, dari kulit, hati, dan pikiran. Dari karakter tercermin ke tindakan. Jangan hanya kita mikir dunia saja karena kita pikir masih didunia, kemudian kita budidaya karakter manis tipu muslihat yang kental. Nunggu masa nunggu tiba. (@9_5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pendidikan karakter

     Pendidikan merupakan salah satu aspek yang harus dilalui oleh setiap makhluk hidup, terutama, manusia yang masih hidup. Pen...