Jumat, 20 Mei 2022

Cerita Indah ( part 1 )

Cerita Indah (part 1 )

Perjalanan hari ini terasa nyaman tapi juga menegangkan di beberapa saat ketika kita menghitung rentan waktu dari start untuk mencukupkan waktu sampai di pelabuhan. Jarak yang cukup jauh dari rumah sampai pelabuhan yang membutuhkan perhitungan waktu yang tepat agar bisa mendapatkan tiket dengan kendaraan roda dua. Paling tidak 2 jam sebelum keberangkatan, kita sudah harus standby di dekat loket untuk antri. Kawatir juga tidak dapat tiket untuk kendaraan roda dua. Jarak tempuh yang cukup jauh , sekitar 1 jam perjalanan dari rumah menuju pelabuhan dengan kecepatan motor 70-60 km/jam. 
Senang juga bisa menyusuri jalanan di sepanjang pesisir pantai, dengan ditemani ombak berdebur menyisir kerang yang berlarian lepas. Buih-buih ombak bergelinding penuh irama seakan berlomba menjadi yang terdahulu. Aroma air laut anyir menyerupai aroma sisik ikan. Angin menerpa rambut yang tergerai sebatas bahu dalam gulungan helm hitam di kepalaku. 
Tidak lama sudah sampai di pinggiran hutan kecil nan sejuk rindang dengan siulan burung parkit nan damai. Kelok demi kelok jalan dengan tikungan yang tajam, motor dengan lincah bergerak merangsuk ke depan. Tatapan penuh semangat menyorot jalan sepuluh depa ke depan. Ingin sampai pada waktu yang tepat dan tanpa ada halangan di jalan. Ingat janji yang sudah terucap di WA untuk kumpul bersama dalam nuansa duka yang mendalam karena ditinggalkan oleh orang terkasih yang telah pernah menjadi bagian hari-hari kita. Sabar dan sabar yang terucap dalam relung hati. 
Kutapaki jalan sambil konsentrasi dengan jalan yang kulalui. Antisipasi dan waspada akan bahaya yang menyapa tiba-tiba. 
Tak terasa juga roda motor depanku sudah melalui belokan terakhir di pertigaan menuju pelabuhan yang kutuju. Tarikan nafas lega sudah sampai 90 persen perjalanan tanpa hambatan. 
Puji tuhan penjaga gawang pintu pelabuhan tidak menarik karcis masuk. Sempat bertanya juga kok tidak biasanya begini. Biasanya harus bayar 5000 untuk masuk, tetapi hari ini tidak ada permintaan itu. Tetapi iya puji tuhan saja aku bisikkan dua kata tersebut di hatiku. 
Kusandarkan motor ku dan bergegas menuju loket antrian tiket. Masih baru 1 meter dari lubang loket tiket. Bersyukur pasti masih ada harapan dapat tiket motor. 
Berjejal tapi tetap berdiri mengadu keberuntungan saat ini. Merangsuk maju pantang mundur πŸ˜„.  Yaaa akhirnya tidak ada perjuangan yang sia-sia, kugenggam tiketku keluar dari kerumunan manusia yang masih sedang berjuang. πŸ˜„πŸ˜„
Langkahku berubah dengan langkah santai kemenangan dan kelegaan. Horeeee... aku sudah dapat tiket. πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ
Kupilih satu kursi yang tersandar di sisi dinding rumahan kaki lima di pelabuhan. Saatnya santai... teman😘. Kak, tolong secangkir kopi yaaa.. dengan sedikit gula. 
Ehmmmm... hangat hempasan air kopi di tenggorokanku. Mata yang mulai 5 watt sudah  membelalak terang menjadi ber watt-wattπŸ˜„. Terimakasih Tuhan.. terimakasih Tuhan, engkau masih memberiku kenikmatan ini. πŸ™
Sambil menyeruput kopi hitam panas, mataku tertuju pada seseorang yang aku pernah liat. Iya dia.. seorang tamu yang sudah datang di kantor kemaren. Kusapa dia dan ternyata beliau belum lupa. Kami berbincang bahkan bercerita sharing pengalaman dan ilmu. Orang muda yang hebat, semangat kerja tinggi, etos kerja yang lurus, berkomitmen tetap berjalan di jalan Tuhan. Salutttt brooo... Hari gini masih ada orang muda yang mempunyai dedikasi terhadap hidup yang sangat berlevel. Sharing yang tidak sia-sia. Memanfaatkan waktu dengan berdiskusi dengan siapapun mereka, selalu ada ILMU yang bisa kita pelajari dari segala kelebihan dan kekurangan dari ciptaan  Tuhan, tidak peduli dari orang yang pengangguran sekalipun sampai pejabat misalnya. Aku memang selalu punya target dalam setiap pembicaraan itu harus yang bermanfaat nantinya, dari siapapun dan dimanapun. Tidak ingin melihat strata sosial mereka, tetap berfikir positif pasti akan baik hasilnya. 
Tak terasa menit telah mendekati pukul 3 sore, bunyi terompet kapal, berdering tanda para pengendara harus gas motor melaju ke geladak kapal. 
Sayang harus menunggu lagi saat kapan giliran harus sampai ke geladak juga. Bergiliran truk , mobil pribadi, pick up, kemudian motor, itupun hanya beberapa motor saja. Setelah itu sesi kedua, ketiga dan seterusnya. Aku dapat giliran trek ketiga. 🀭🀭 Kayak sirkut saat Valentino Rossi saja rasanya. Detik-detik yang menegangkan datang lagi, supaya tidak ketinggalan gas motor.  Kecemasan datang lagi, bagaimana kalau dapat kapal kedua, bisa berabe nih janji dengan teman-teman melayat di Oebelo. Tuhan eee tolong beta... πŸ™πŸ™πŸ™
Puji Tuhan eee Tuhan malole. 
Sukses cusssss... sampai geladak. Lompatttt cepat menuju dek dua kapal mencari mangsa tempat tidur 😁. Tapi sayang zonkkkk... 
Iya tapi Tuhan tetap masih jadi yang terbaik. Aku masih dikirimin orang yang baik Pak Tentara mempersilahkan dan merelakan kursinya untukku. Terimakasih Pak TentaraπŸ™. Tentara the best pokoknya !! 
Duduk sudah dapat , lega deh rasanya. Tinggal menunggu saja kapan bapak nahkoda gas setir bulatnya cusss kupang. Sepi penumpang kayaknya tadi tetapi wowww kapal penuh juga. 
Tuhan.. terimakasih atas keberuntungan yang Engkau anugerahkan padaku. Sambil menunggu saat kapal mengayuh dayungnya, seseorang menyapaku , rasa pernah kenal deh, tetapi siapa yaaaa ? ( Bersambung ) 
#ayomembaca
Tunggu edisi selanjutnya yaaa... 
pasti seruuuu😘😘😘

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pendidikan karakter

     Pendidikan merupakan salah satu aspek yang harus dilalui oleh setiap makhluk hidup, terutama, manusia yang masih hidup. Pen...