Minggu, 15 Mei 2022

Rohani : Pendapat tentang Makna Hidup

Rohani : Pendapat tentang makna hidup
Hidup ini adalah kesempatan. Hidup ini untuk melayani Tuhan. Demikian kutipan syair dari sebuah lagu rohani. Di lain tempat, seseorang mengatakan bahwa hidup ini adalah pencarian jati diri. Mencari siapa dirinya sesungguhnya. Proses mengenali diri sendiri lebih jauh untuk menentukan kemauan diri dan tujuan hidupnya berkaitan dengan pekerjaan yang akan disukai dan digeluti. Sikap yang diambil untuk menghadapi hidup dan cara hidup. Bahkan dalam memotivasi diri dalam tindakan dan perbuatan. 
Ada yang bilang, Hidup ini keras, kita harus bersikap keras agar bisa bertahan hidup. Kita harus keras untuk bisa bersaing dan melawan tekanan orang lain. Kita harus keras untuk bisa disegani dan dihormati orang lain. Menjadi ikon keras membuat kita bangga dan merasa bermartabat. Apakah ini "keras" atau "kasar"?  Timbul pertanyaan dari berbagai orang yang paham tentang makna sebuah tindakan. Jadi hidup ini perlu keras untuk tegas, bukan kasar yang menakutkan.
Rakyat jelata beranggapan bahwa hidup itu yang penting sehat, itu sudah cukup. Tidak membutuhkan materi yang berlebihan untuk menunjang hidup yang lebih layak. Mereka merasa cukup jika mereka sehat, bisa beraktifitas dengan sawah, ladang, dan kebun mereka. Kesederhanaan yang hakiki untuk menjalani hidup. Kesehatan dan kesederhanaan merupakan harapan mereka dalam kelangsungan hidup sehari-hari. Mereka berpendapat bahwa sehat itu mahal. Segala yang mereka kerjakan dan perjuangkan untuk mendapatkan materi / kekayaan yang melimpah, tidaklah cukup untuk membayar pengobatan jika mereka sakit / tidak sehat. 

Sebagian orang bilang hidup ini adalah sebuah gengsi semata. Gengsi secara aklamasi bisa dikatakan malu. Gengsi menjadi orang miskin. Gengsi  menjadi orang yang tidak dihormati. Gengsi hanya jadi bawahan. Gengsi berpakaian ala kadarnya. Gengsi jika tidak naik mobil. Gengsi-gengsi ini akan menjerumuskan kita dalam hidup. Membuat hidup penuh beban karena tidak mau di bawah orang lain. Tidak mau dikalahkan oleh orang lain dalam segala hal, karena dia merasa hebat. Tetapi dunia terus berputar, ada manusia muda menuju ketuaan yang renta. Dimana gengsi yang diagungkan akan luruh termakan usia. Dahulu.. yang kuat dan perkasa.. akan lemah dan tak berdaya. Dahulu yang muda cantik mempesona, akan layu dan merana. Kenapa kita tidak gengsi dengan perbuatan yang buruk dan yang merugikan orang lain, yang mana kita telah perbuat ? Gengsi berjualan kue, tetapi lebih memilih korupsi. Dan banyak contoh yang lain yang merupakan polemik yang terjadi pada masyarakat sekarang ini. 

Banyak pendapat yang muncul tentang makna hidup, apa yang harus dilakukan dalam hidup, dan apa yang menjadi pedoman hidup. Latar belakang hidup seseorang sangat mempengaruhi mereka dalam menentukan sikap dan keputusan dalam memilih. Pengalaman merupakan pembelajaran hidup untuk berubah mrnjadi lebih baik dan lebih layak di mata Tuhan. Manusia banyak ketidaksempurnaan, hanya bagaimana kita belajar, dan dari belajar itu kita bisa berubah menjadi lebih baik. Artikel ini sebagai curhatan pengalaman penulis dalam mengarungi hidup. Semoga bermanfaat. Amin. GBU all. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pendidikan karakter

     Pendidikan merupakan salah satu aspek yang harus dilalui oleh setiap makhluk hidup, terutama, manusia yang masih hidup. Pen...